Thursday, May 31, 2018

Risalatul Amin (Adab Mendekati Rabb)


Risalatul Amin (Adab Mendekati Rabb) 
 Penulis: Syekh Abul Hasan asy-Syadzili 
 Terbitan: Qaf 
 Harga: RM40.00

Wednesday, May 30, 2018

Yahudi, Tuhan dan Sejarah


Yahudi, Tuhan dan Sejarah 
 Penulis: Max Isaac Dimont 
 Terbitan: Ircisod 
 Harga: RM110.00 

 Untuk menceritakan kelangsungan hidup bangsa Yahudi selama 4.000 tahun di empat benua dan di enam peradaban besar, buku ini menggunakan metode baru. Buku ini menyajikan sejarah umum masing-masing peradaban, lalu menganalisis peristiwa Yahudi dalam kerangka budaya lain, kemudian menguji gagasan-gagasan unik yang memungkinkan mereka mampu bertahan sebagai kelompok bangsa dan memberi mereka vitalitas untuk melanjutkan eksistensi mereka sebagai sebuah kaum penghasil budaya. Dengan demikian, sejarah Yahudi menjadi bagian dari sejarah dunia, dan pembaca akan dapat menghubungkan paristiwa-peristiwa yangterjadi pada orang-orang Yahudi dengan peristiwa-peristiwa kontemporer. Buku ini menggambarkan sejarah panjang Yahudi yang membentang luas, kehebatan, serta sekaligus komedi kemanusiaan mereka. Dimulai dari sejarah Yahudi pada tahun 2000 SM ketika Ibrahim meninggalkan kota Ur. Kemudian permulaan persinggahan kaum Yahudi dan penawanan mereka di Mesir dari tahun 1600 M sampai 1200 SM, awal kedatangan mereka di Kanaan setelah tahun 1200 SM, dan seterusnya. Sebuah buku hebat yang bakal sulit Anda tolak untuk dibaca!

Sunday, April 29, 2018

Hakikat Hikmah Tauhid dan Tasawuf (Al-Hikam)


Hakikat Hikmah Tauhid dan Tasawuf (Al-Hikam)
Prof. Dr. K.H. Muhibbuddin Waly
Harga: RM275.00 satu set 2 jilid

Saturday, March 31, 2018

Mahabbah Cinta: Mengarungi Samudera Cinta Rabi’ah Al-Adawiyah


Mahabbah Cinta: Mengarungi Samudera Cinta Rabi’ah Al-Adawiyah 
 Penulis: Asfari MS & Otto Sukatno
 Terbitan: Pustaka Pelaja
 Harga: RM25.00 

Buku ini sengaja kami hadirkan dimaksudkan untuk mengenalkan dan mengajarkan jalan cinta kepada Allah, yang demikian tinggi, rumit dan subtil.

Terlebih pada generasi “zaman now” yang penuh aroma kapitalisme nafsu, formalisme religius, budaya gebyar “citra” dalam kemaruk budaya politik ekspresi, yang menjadikan “wajah santun ketaatan beragama” semata demi meraih kepentingan dan kedudukan duniawi.

Sehingga agama bukannya “membebaskan jiwa”, sebaliknya justrumengurung dan mengungkung manusia “zaman now” pada fanatisme buta, bahkan kekerdilan jiwa; saling hujat, salah menyalahkan, kafir mengkafirkan, seakan mereka adalah pewaris tunggal atas “tahta surga".